Tantangan Iman di Era Big Data

Saya masih mengingat cerita para guru saya ketika saya duduk di sekolah dasar tentang betapa banyaknya daerah yang belum terpasok oleh listrik sehingga banyak siswa yang harus berjuang dengan waktu sebelum terang di daerah mereka berubah menjadi gelap. Jika ingin dipaksakan dengan lilin, mereka harus bernegosiasi karena keterbatasan terang lilin dan stoknya pula. Mereka hanya diberikan tugas komprehensif sesuai dengan konten yang telah tertulis di dalam buku bacaan dan beberapa hafalan sederhana. Mengapa?Jawabannya sangat menyadarkan kita tentang keberadaan era terdahulu dengan era sekarang di mana kita berada. Jawabnya adalah keterbatasan sumber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s