Kasih untuk yang Terhukum & Hukuman untuk Yang Terkasih

Setiap orang Kristen atau non-Kristen, tentu merasakan liburan paskah setiap tahunnya. Di mana dunia mengingat Jumat Agung dan Minggu Paskah. Di beberapa kelompok lain ada juga yang mengingat Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih dan Sabtu Suci. Tetapi, puncak yang terutama ada di Jumat Agung dan Minggu Paskah.

Apa yang terjadi saat Jumat Agung? Saya sangat yakin tidak sedikit orang yang mengetahui bahwa Yesus telah disalibkan di antara dua penyamun di bukit Golgota pada masa pemerintahan Pontius Pilatus dari bangsa Roma. Tetapi apakah banyak orang yang mengetahui alasan Yesus disalib?

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?

Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan.

Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya.

– Yesaya 53:3-10 TB

Pernahkah Anda membaca ayat di atas? Begitu tragis karena tersirat murka Allah yang menuntut para pendosa untuk menanggung dosanya. Tetapi, juga begitu menawan karena tersirat kasih Allah, yang tidak terbayangkan, yang rela mengorbankan seseorang untuk menjadi penebus bagi manusia.

Murka Allah yang Perlu Ditanggung

Dosa manusia menjadi akar alasan mengapa Allah begitu murka. Bukan karena manusia telah berbuat dosa tetapi karena saat manusia memilih untuk berdosa itu adalah bentuk pengabaian manusia terhadap Allah, Pribadi yang Berdaulat atas segala hal dan pada kenyataannya, semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Saat kita mengabaikan Allah, ini bukan perkara sepele di mana kita bisa dengan mudah merasa bahwa kita bisa memperbaikinya kapan saja sesuai kehendak kita. Ini adalah pemikiran yang salah dan sangat fatal. Saat kita mengabaikan Allah, kita memihak kepada dunia dan menjadi seteru Allah. Inilah yang dirasakan oleh Pencipta ketika ciptaanNya tidak lagi menjadi kreasi yang taat dan menyembah Dia.

Kita dapat melihat kepada sejarah tentang Nuh, di mana air bah diturunkan untuk menghabiskan umat manusia karena Allah begitu menyesal. Penyesalan Allah membuat manusia harus dimusnahkan dengan harapan timbul generasi baru yang takut akan Allah melalui Nuh. Hingga akhirnya, Allah berjanji dengan menerbitkan pelangi sebagai bukti bahwa Dia tidak akan melakukan perkara itu kembali.

Tetapi, natur dosa manusia tidak hilang. Manusia tetap memilih jalannya sendiri yang bertentangan dengan jalan Allah terhadap manusia dan perkara ini berlangsung tidak hanya sebentar melainkan ribuan tahun di mana Allah harus bersabar dan menantikan saat yang tepat untuk dapat melampiaskan murkaNya yang kudus. Allah mengerti mengapa Dia murka dan ini adalah bentuk keadilanNya. Allah tidak akan membiarkan dosa merajalela karena seperti yang dikatakan sebelumnya: saat manusia memilih untuk berdosa itu adalah bentuk pengabaian manusia terhadap Allah.

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” – Galatia 3:13 TB

Allah tidak puas dengan menyatakan murka, tidak peduli betapa kudusnya murka tersebut. Maka Allah mengutus AnakNya yang tunggal untuk menanggung murkaNya dan menanggung kutuk tersebut demi semua manusia yang percaya kepadaNya.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. – Roma 3:25 TB

Pendamaian yang dilaksanakan oleh Yesus menunjukkan murka Allah diredakan karena telah disediakan pengganti yang setimpal yang menanggung murka tersebut. Pengganti itu adalah Yesus Kristus, yang telah disediakan oleh Allah sendiri. Yesus Kristus disalibkan tidak hanya untuk membatalkan penanggungan murka Allah kepada manusia yang berdosa; Dia menanggung murka tersebut dengan mengalihkannya kepada diriNya. Murka Allah itu adil, dan murka itu telah dipuaskan, bukannya ditiadakan.

Pernahkah Anda bayangkan seberapa kuatnya manusia untuk menanggung murka Allah jika Allah tidak mengutus Yesus Kristus menjadi penanggung murkaNya yang kudus? Yesus telah menanggungnya dan inilah salah satu alasan Dia disalibkan; keadilan Allah.

Kasih Allah yang Tidak Terelakkan

Salib tidak memiliki makna yang sempit. Selain keadilan terhadap murka Allah, salah satu alasan lainnya mengapa Yesus Kristus disalibkan adalah kasih.

Jika Anda bisa membayangkan bagaimana Anda harus menanggung murka Allah, maka sudah wajar jika manusia memohon belas kasihan untuk diampuni karena sudah tidak ada hal lain yang dapat dilakukan. Manusia tidak dapat menanggung, manusia tidak dapat berlari, manusia tidak dapat bersembunyi. Satu hal yang perlu kita sadari, kita tidak perlu melakukan semuanya itu karena Yesus Kristus melakukannya itu semua bagi mereka yang ingin percaya kepadaNya dan menerima Dia sebagai Allah mereka.

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. – Roma 5:7-8 TB

John Piper pernah menulis:

Saya pernah mendengar perkataan, “Tuhan tidak mati untuk kodok. Dia melihat nilai kita sebagai manusia.” Hal ini memperjelas anugerah. Kita lebih buruk daripada kodok. Kodok tidak berdosa. Kodok tidak memberontak dan menghina Allah dalam hidupnya. Tuhan tidak perlu mati untuk kodok. Kodok tidak rusak. Kita yang rusak. Dosa kita begitu besar, hanya pengorbanan Allah yang bisa membayarnya.

Pengorbanan Allah bukan karena dosa kita tetapi karena kehendakNya. Kristus telah mati untuk kita bukan karena kita berdosa melainkan pada saat kita masih berdosa. Allah mengirim Kristus sebagai wujud kehendakNya untuk menyatakan kasihNya kepada manusia. Inilah makna salib yang juga kita perlu ketahui.

Manusia dilayakkan untuk diselamatkan sehingga manusia dibebaskan dan dapat hidup kembali di dalam kebenaran dan kuasa Allah. Inilah hidup yang sejati, yang sesungguhnya. Hidup sebagai ciptaan yang berjalan bersama dengan Pencipta.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. – Yohanes 3:16-17 TB

Jumat Agung lebih dari sekadar perayaan tahunan tetapi peringatan kepada manusia bahwa ada Juruselamat yang telah memberikan hidupNya untuk menanggung murka Allah sebagai bentuk kasih kepada manusia agar manusia, yang percaya kepada Yesus, dapat memperoleh kehidupan yang baru bersama Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s